Puisi: Memikirkan Pikiran

Puisi Memikirkan Pikiran
Foto oleh : Tarida Manullang

MEMIKIRKAN PIKIRAN
Suatu waktu aku pernah menyaksikan kebimbangan
Sambil melihat orang-orang merajut kekhawatiran
Menyambut kata-kata dengan ujaran kebenciaan
Mencaci maki seolah menjadi satu-satunya pilihan

Seringkali hinaan dilontarkan sebagai sebuah kewajiban
Mereka bukan orang-orang yang tak punya wawasan!
Mereka larut dalam pergulatan
Mengatasnamakan kepentingannya sebagai panutan

Aku mulai terheran begitu banyak orang yang katanya budiman
Tapi cuma mempunyai raga dan sedikit pemikiran saja
Padahal katanya punya iman
Tapi sering takut keimanannya tergoyahkan
Karena punya pikiran dengan orang lain yang tak sejalan

Maka begini,
Pegang erat setiap tangan ‘yang katanya’ teman
Sebab menjadi teman tak cuma butuh sekedar gurauan atau kesamaan
Lalu rangkul erat mata-kepala ‘yang katanya’ lawan
sebab menjadikannya teman butuh banyak keberanian dan menerima perbedaan

MENGENANG KAWAN

Dari sini kawan, waktu akan memisahkan kita untuk saling berpandangan

Aku pernah mencoba menulis buku di pikiran
Merawat kata-kata tanpa menyalinnya pada tulisan
Barangkali ucapan salam kita setiap hari,
Bisa menjadi pengingat di masa yang akan datang

nanti, saat kau berada di perantauan
dengan aku yang lebih duluan
Kau akan tahu bahwa kampung halaman kadang lebih baik daripada perkotaan
Kau pasti mengalami kesukaran di setiap jalan
Seperti aku pada masa-masa dulu saat permulaan

Melihat orang-orang yang punya baju kebanggan,
Atau orang dengan harta yang bergelimang,
Tapi saling menghormatinya hanya sebatas sampah di pinggir jalan
Memuaskan keinginan adalah satu-satunya tujuan
Tapi tenang itu hanya sebagian

Satu demi satu peristiwa
Akan kembali mengenang tempat kelahiran
Yang kau dan aku tahu dulu
Hanya bermain di pekarangan rumah
Tanpa peduli bagaimana cara kita menyembah

Lalu juangkanlah semangatku kawan
Karena tubuh sudah tak lagi bisa berjalan
Karena nyawa pun sudah duluan melayang.

Ditulis oleh : Tarida Manullang, anggota Komunitas Bela Indonesia chapter Kalbar

0 Komentar