Puisi : Pikiran Para Bintang

Puisi Pikiran Para Bintang

CERITA KAWAN

kau hanya bisa bercerita pada diri sendiri,
tentang elegimu, pada setiap hembus-hembus napas yang tercipta.
sebab semua teman telah binasa,
dan cinta tak lagi ada di tiap-tiap kita.

tapi kau harus bisa menunggu, mengajak dan merayu
seperti kuku pada jari, egolah yang harus kau pangkas. tuntas.
memang belum ada obat yang setia untuk setiap tengkar kita yang berbeda.

namun ku harap kita bisa lebih baik-baik saja,
untuk menjaga yang namanya Indonesia.

PIKIRAN PARA BINTANG

selamat datang di pikiran-pikiran luas para bintang,
yang mendahulukan otak tanpa perasaan.
aku pun demikian.
sebab seringkali apa yang kita inginkan tak pernah setujuan.

malamku pernah kelam karena teman,
pagiku pernah temaram karena kawan.
seketika terlintas saja di pikiran: ini bukan lagi tempat yang aku harapkan.

tapi saat aku tiba di suatu kemudian,
harapan datang dari berbagai-bagai sudut
meluapkan kembali apa yang pernah tertutup
memerdekakan kembali sesuatu yang pernah luput.
lalu memilih untuk berdekapan:
karena kita adalah milik perbedaan, yang selalu punya rasa setia dan nyaman.


DUNIA KITA

dunia kita bukan tempat saling adu,
ia memberi sebuah perhelatan untuk bisa mengadu sendu.

merdeka kita bukan sebuah kesalahan,
ia mengajarkan cita dan cinta di tiap-tiap kedipan.

rindu kita pun bukan sebuah kenangan,
ia bertahan pada hari-hari di setiap perjalanan.

begitu pun perbedaan: ia bukan sebuah keanehan,
ia merawat dengan penuh keberanian.

Ditulis oleh : Tarida Manullang, anggota Komunutas Bela Indonesia Chapter Kalbar.

0 Komentar